BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG MASALAH
Guru saat ini dituntut untuk selalu
inovatif dalam melaksanakan pembelajarannya, mengapa? Tentu saja hal ini untuk
menunjang kesuksesannya dalam mengemban tugas mulia untuk mencerdaskan bangsa.
Salah satu hal penting yang mutlak
harus dipikirkan dengan matang oleh seorang dalam mencapai tujuan
pembelajarannya yang tepat. Untuk memberi materi pembelajaran kepada siswanya
dengan efektifmaka seorang pendidik harus menerapkan sebuah model pembelajaran
yang efektif pula.
Sekarang ini di dunia pendidikan sudah
mengalami kemajuan yang pesat, salah satu bukti kemajuan tersebut adalah dengan
ditemukannya berbagai model pembelajaran inovatif.
Keberhasilan
tujuan pendidikan terutama di tentukan oleh proses belajar mengajar yang di
alami oleh siswa. Sisiwa yang belajar akan mengalami perubahan baik
pengetahuan, pemahaman, penalaran, keterampilan, nilai dan sikap. Agar
perubahan tersebut dapat tercapai dengan baik, maka diperlukan berbagai factor
untuk meng hasilkan perubahan yang di harapkan yaitu mengefektifan pemahaman
dari konsep.
Peserta
didik harus disiapkan sejak awal untuk mampu bersosialisasi dengan
lingkungannya sehingga berbagai jenis model pembelajaran yang dapat digunakan
oleh pendidik. Model-model pembelajaran sosial merupakan pendekatan
pembelajaran yang dapat digunakan di kelas dengan melibatkan peserta didik
secara penuh (student center) sehingga peserta didik memperoleh pengalaman
dalam menuju kedewasaan, peserta dapat melatih kemandirian, peserta didik dapat
belajar dari lingkungan kehidupannya.
Dengan latar belakang diatas, maka kami akan mencoba membahas materi
mengenai salah satu model pembelajaran yaitu model pembelajaran example non
example dengan judul makalah “MODEL
PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE”
B.
RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan
latar belakang masalah diatas, maka dapat diambil rumusan masalah sebagai
berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan model
pembelajaran example non example?
2. Apa saja prinsip-prinsip model pembelajaran
example non example?
3. Apa saja
kelebihan dan kelemahan model pembelajaran axample non example?
4. Bagaimana
asumsi penerapan model pembelajaran example non example?
5. Bagaimana
langkah-langkah pembelajaran example non example?
6. Bagaimana
implementasi model pembelajaran example non example?
C.
TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan pembahasa makalah ini sebagai berikut:
1.
Untuk mengetahui pengertian model
pembelajaran example non example;
2.
Untuk mengetahui
prinsip-prinsip model pembelajaran example non example;
3.
Untuk mengetahui kelebihan dan
kelemahan model pembelajaran axample non example;
4.
Untuk mengetahui asumsi
penerapan model pembelajaran example non example;
5.
Untuk mengetahui langkah-langkah pembelajaran example non
example;
6.
Untuk mengetahui implementasi model pembelajaran example
non example.
D.
MANFAAT PENULISAN
Adapun manfaat
penulisan makalah ini yaitu:
1.
Agar mahasiswa/i mengetahui pengertian model pembelajaran
example non example;
2.
Agar mahasiswa/i mengetahui prinsip-prinsip model
pembelajaran example non example ;
3.
Agar mahasiswa/i mengetahui kelebihan dan kelemahan model
pembelajaran example non example;
7.
Agar mahasiswa/i mengetahui asumsi penerapan model
pembelajaran example non example;
8.
Agar mahasiswa/i mengetahui langkah-langkah pembelajaran
example non example;
9.
Agar mahasiswa/i mengetahui implementasi model
pembelajaran example non example.
E.
SISTEMATIKA PENULISAN
Adapun sistematika penulisan
makalah ini yaitu:
BAB I PENDAHULUAN, terdiri dari:
A.
Latar Belakang Masalah
B.
Rumusan Masalah
C.
Tujuan Penuisan
D.
Manfaat Penulisan
E.
Sistematika Penulisan
BAB II PEMBAHASAN, terdiri dari:
A.
Pengertian Model Pembelajaran
Example Non Example
B.
Prinsip-Prinsip Model
Pembelajaran Example Non Example
C.
Kelebihan dan Kelemahan Model
Pembelajaran Example Non Example
D.
Asumsi Penerapan Model
Pembelajaran Example Non Example
E.
Langkah-Langkah Pembelajaran Example Non Example
F.
Implementasi Model Pembelajaran Example Non Example
BAB III PENUTUP, terdiri dari:
A.
Kesimpulan
B.
Saran
BAB
II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN MODEL
PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE
Menurut
Buehl (1996) dalam Apariani dkk, (2010:20) menjelaskan bahwa examples non
examples adalah taktik yang dapat digunakan untuk mengajarkan definisi
konsep. Taktik ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa secara cepat
dengan menggunakan 2 hal yang terdiri dari examples non examples dari
suatu definisi konsep yang ada dan meminta siswa untuk mengklasifikasikan
keduanya sesuai dengan konsep yang ada. Examples memberikan
gambaran akan sesuatu yang menjadi contoh akan suatu materi yang sedang
dibahas, sedangkan non examples memberikan gambaran akan sesuatu yang
bukanlah contoh dari suatu materi yang sedang dibahas.
Model
Pembelajaran Example Non Example atau juga biasa di sebut example and
non-example merupakan model pembelajaran yang menggunakan gambar sebagai media
pembelajaran.
Metode Example non Example adalah metode yang menggunakan media
gambar dalam penyampaian materi pembelajaran yang bertujuan mendorong siswa
untuk belajar berfikir kritis dengan jalan memecahkan permasalahan-permasalahan
yang terkandung dalam contoh-contoh gambar yang disajikan.
Konsep pada
umumnya dipelajari melalui dua cara. Paling banyak konsep yang kita pelajari di
luar sekolah melalui pengamatan dan juga dipelajari melalui definisi konsep itu
sendiri. Example and Nonexample adalah taktik yang dapat digunakan untuk
mengajarkan definisi konsep. Taktik ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa
secara cepat dengan menggunakan 2 hal yang terdiri dari example dan non-example
dari suatu definisi konsep yang ada, dan meminta siswa untuk mengklasifikasikan
keduanya sesuai dengan konsep yang ada.
Example
memberikan gambaran akan sesuatu yang menjadi contoh akan suatu materi yang
sedang dibahas, sedangkan non-example memberikan gambaran akan sesuatu yang
bukanlah contoh dari suatu materi yang sedang dibahas.
Example Non
Example dianggap perlu dilakukan karena suatu definisi konsep
adalah suatu konsep yang diketahui secara primer hanya dari segi definisinya
dari pada dari sifat fisiknya.
Pembelajaran Examples Non Examples adalah
salah satu contoh model pembelajaran
yang menggunakan media. Media dalam pembelajaran merupakan sumber yang
digunakan dalam proses belajar mengajar. Manfaat media ini adalah untuk
guru membantu dalam proses mengajar,
mendekati situasi dengan keadaan yang sesungguhnya. Dengan media diharapkan
proses belajar dan mengajar lebih komunikatif dan menarik.
Model Pembelajaran Examples Non
Examples atau juga biasa di sebut Examples And Non-Examples merupakan model pembelajaran yang
menggunakan gambar sebagai media pembelajaran. Penggunaan media gambar ini
disusun dan dirancang agar anak dapat menganalisis gambar tersebut menjadi
sebuah bentuk diskripsi singkat mengenai apa yang ada didalam gambar.
Salah satu proses belajar mengajar adalah gambar. Media gambar merupakan
salah satu alat yang digunakan dalam proses belajar mengajar yang dapat
membantu mendorong siswa lebih melatih diri dalam mengembangkan pola pikirnya.
Dengan menerapkan media gambar diharapkan dalam pembelajaran dapat bermanfaat
secara fungsional bagi semua siswa. Sehingga dalam kegiatan pembelajaran siswa
diharapkan akan aktif termotivasi untuk belajar.
Dengan
memusatkan perhatian siswa terhadap example dan non-example diharapkan
akan dapat mendorong siswa untuk menuju pemahaman yang lebih dalam mengenai
materi yang ada.
Examples non
examples merupakan metode belajar yang menggunakan media-media
atau non media sebagai contoh. Contoh-contoh yang biasa digunakan dan sederhana
bisa berupa kasus yang ada di koran atau media lain seperti televisi, ataupun
bisa lebih sederhana lagi berupa isu-isu yang sedang berkembang di dalam
masyarakat yang tentunya tetap sesuai dengan bobot materi yang akan diberikan.
Examples non
examples merupakan model pembelajaran dengan mempersiapkan
gambar, diagram, atau tabel sesuai materi bahan ajar dan kompetensi, sajian
gambar ditempel atau memakai LCD/OHP, dengan petunjuk guru siswa mencermati
sajian, diskusi kelompok tentang sajian gambar tadi, presentasi hasil kelompok,
bimbingan penyimpulan, evaluasi, dan refleksi (Roestiyah. 2001: 73).
Selanjutnya
Slavin dalam Djamarah, (2006: 1) dijelaskan bahwa examples non examples adalah
model pembelajaran yang menggunakan contoh-contoh. Contoh-contoh dapat
diperoleh dari kasus atau gambar yang relevan dengan Kompetensi Dasar.
Berdasarkan uraian di atas, maka menyiapkan pengalaman dengan contoh dan
non-contoh akan membantu siswa untuk membangun makna yang kaya dan lebih
mendalam dari sebuah konsep penting. Joyce and Weil (Suratno, 2009:1) telah
memberikan kerangka konsep terkait strategi tindakan, yang menggunakan metode Example
Non example, sebagai berikut:
1.
Menggeneralisasikan
pasangan antara contoh dan non-contoh yang menjelas- kan beberapa dari sebagian
besar karakter atau atribut dari konsep baru. Menya- jikan itu dalam satu waktu
dan meminta siswa untuk memikirkan perbedaan apa yang terdapat pada dua daftar
tersebut. Selama siswa memikirkan tentang tiap Examples dan non-Examples
tersebut, tanyakanlah pada mereka apa yang membuat kedua daftar itu berbeda;
2.
Menyiapkan Examples
dan non Examples tambahan, mengenai konsep yang lebih spesifik untuk
mendorong siswa mengecek hipotesis yang telah dibuatnya sehingga mampu memahami
konsep yang baru;
3.
Meminta siswa untuk
bekerja berpasangan untuk menggeneralisasikan konsep Examples dan non-Examples
mereka. Setelah itu meminta tiap pasangan untuk menginformasikan di kelas untuk
mendiskusikannya secara klasikal sehingga tiap siswa dapat memberikan umpan balik;
4.
Sebagai bagian penutup,
adalah meminta siswa untuk mendeskripsikan konsep yang telah diperoleh dengan
menggunakan karakter yang telah didapat dari Examples dan Non-Examples.
Berdasarkan hal di atas, maka penggunaan metode example non example pada
prinsipnya adalah upaya untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa
untuk menemukan konsep pelajarannya sendiri melalui kegiatan mendeskripsikan
pemberian contoh dan bukan contoh terhadap materi yang sedang dipelajari.
Pembelajaran
model Examples Non Examples
memberi ruang dan kesempatan yang luas kepada setiap anggota kelompok
untuk bertatap muka saling memberikan informasi dan saling membelajarkan.
Interaksi tatap muka akan memberikan pengalaman yang berharga kepada setiap
anggota kelompok untuk bekerja sama, menghargai setiap perbedaan, memanfaatkan
kelebihan masing-masing anggota dan mengisi kekurangan masing-masing.
Pembelajaran model Examples
Non Examples melatih siswa untuk dapat mampu berpartisipasi aktif dan
berkomunikasi. Kemampuan ini sangat penting sebagai bekal mereka dalam
kehidupan di masyarakat kelak. Oleh sebab itu, sebelum melakukan kooperatif,
guru perlu membekali siswa dengan kemampuan berkomunikasi. Tidak setiap siswa
mempunyai kemampuan berkomunikasi, misalnya kemampuan mendengarkan dan
kemampuan berbicara, padahal keberhasilan kelompok ditentukan oleh partisipasi
setiap anggotanya.
B. PRINSIP
MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLES NON EXAMPLES
Metode Example non Example juga merupakan metode yang mengajarkan pada
siswa untuk belajar mengerti dan menganalisis sebuah konsep. Konsep pada
umumnya dipelajari melalui dua cara. Paling banyak konsep yang kita pelajari di
luar sekolah melalui pengamatan dan juga dipelajari melalui definisi konsep itu
sendiri. Examples and Non exampls
adalah taktik yang dapat digunakan untuk mengajarkan definisi konsep.
Strategi yang diterapkan dari metode
ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa secara cepat dengan menggunakan 2 hal
yang terdiri dari Examples dan
Non-Examples dari suatu definisi konsep yang ada, dan meminta siswa untuk
mengklasifikasikan keduanya sesuai dengan konsep yang ada.
1.
Example memberikan
gambaran akan sesuatu yang menjadi contoh akan suatu materi yang sedang
dibahas, sedangkan
2.
Non-Example memberikan
gambaran akan sesuatu yang bukanlah contoh dari suatu materi yang sedang
dibahas.
Metode Examples non Examples penting dilakukan karena suatu definisi
konsep adalah suatu konsep yang diketahui secara primer hanya dari segi definisinya
daripada dari sifat fisiknya. Dengan memusatkan perhatian siswa terhadap
example dan non-example diharapkan akan dapat mendorong siswa untuk menuju
pemahaman yang lebih dalam mengenai materi yang ada.
Prinsip Reaksi model pembelajaran Examples Non Examples adalah
Guru memberi satuan informasi yang besar menjadi komponen-komponen yang lebih kecil. Selanjutnya guru membagi siswa kedalam kelompok belajar 2-3 orang siswa, sehingga setiap anggota bertanggung jawab atas setiap penguasaan komponen-komponen yang di tugaskan sebaik-baiknya. Sehingga menyebabkan tumbuhnya rasa senang dalam proses belajar mengajar, serta dapat menjadikan siswa lebih semangat belajar karena dapat melihat secara langsung.
Guru memberi satuan informasi yang besar menjadi komponen-komponen yang lebih kecil. Selanjutnya guru membagi siswa kedalam kelompok belajar 2-3 orang siswa, sehingga setiap anggota bertanggung jawab atas setiap penguasaan komponen-komponen yang di tugaskan sebaik-baiknya. Sehingga menyebabkan tumbuhnya rasa senang dalam proses belajar mengajar, serta dapat menjadikan siswa lebih semangat belajar karena dapat melihat secara langsung.
Dalam sistem sosial guru selalu
mengamati semua yang di lakukan tiap kelompok agar kegiatan berjalan lancar.
Dalam model ini guru tidak banyak mejelaskan tentang materi. Guru hanya
menyiapkan materi yang berupa gambar-gambar untuk memfasilitasi anak dalam
mendiskusikan sebuah materi dan dilakukan secara kelompok. Dalam kelompok
tersebut tidak hanya materi yang di bahas saja melainkan juga member arti
penting dari kerjasama, persaingan sehat antar kelompok, keterlibatan belajar
dan tanggung jawab.
C. KELEBIHAN
DAN KELEMAHAN MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE
1.
Kelebihan
Menurut Buehl (Depdiknas, 2007:219) mengemukakan keuntungan metode example
non example antara lain:
a.
Siswa berangkat dari
satu definisi yang selanjutnya digunakan untuk memperluas pemahaman konsepnya
dengan lebih mendalam dan lebih kompleks;
b.
Siswa terlibat dalam
satu proses discovery (penemuan), yang mendorong mereka untuk membangun konsep
secara progresif melalui pengalaman dari example dan non example;
c.
Siswa diberi sesuatu
yang berlawanan untuk mengeksplorasi karakteristik dari suatu konsep dengan
mempertimbangkan bagian non example yang dimungkinkan masih terdapat beberapa
bagian yang merupakan suatu karakter dari konsep yang telah dipaparkan pada
bagian example.
Keunggulan lainnya dalam model pembelajaran examples non examples
diantaranya :
a.
Siswa lebih berfikir
kritis dalam menganalisa gambar yang relevan dengan Kompetensi Dasar (KD);
b.
Siswa mengetahui
aplikasi dari materi berupa contoh gambar yang relevan dengan Kompetensi Dasar
(KD);
c.
Siswa diberi kesempata
mengemukakan pendapatnya yang mengenai analisis gambar yang relevan dengan
Kompetensi Dasar (KD).
Tennyson dan Pork (Slavin, 2002) menyarankan bahwa jika guru akan
menyajikan contoh dari suatu konsep maka ada tiga hal yang seharusnya
diperhatikan, yaitu:
a.
Urutkan contoh dari yang
gampang ke yang sulit;
b.
Pilih contoh-contoh
yang berbeda satu sama lain;
c.
Bandingkan dan bedakan
contoh-contoh dan bukan contoh.
Dampak instruksional dan dampak
pengiring yang dimiliki model pembelajaran Examples
Non Examples. Dampak instruksional adalah dampak yang terlihat setelah
kegiatan pembelajaran. Sedangkan dampak pengiring adalah damapak yang tidak
langsung terlihat, akan tetapi mengiringi dampak instruksional. Pada
pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Examples Non Examples dampak instruksionalnya adalah siswa menjadi
lebih aktif, berani mengemukakan pendapat atau gagasannya sendiri, aktif
berdiskusi, dapat belajar dari pengamatan sendiri. Dampak pengiringnya adalah
siswa mampu meningkatkan kerjasama secara kooperatif untuk materi yang
ditugaskan, bertanggung jawab, berusaha memahami materi dengan baik, dan
meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah.
2.
Kelemahan
Ada dua
kelemahan dalam menggunakan model Examples Non Examples, diantaranya :
a.
Tidak semua materi dapat disajikan
dalam bentuk gambar;
b.
Memakan waktu yang banyak.
D. ASUMSI PENERAPAN MODEL
PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE
Proses belajar mengajar yang terlaksana di dalam
kelas pada umumnya dapat menimbulkan rasa bosan siswa ketika pembelajaran yang
dilaksanakan berkesan terlalu prosedural. Artinya, guru melaksanakan
pembelajaran secara sistematis sementara keadaan seperti ini umumnya tidak
diinginkan siswa.
Disamping itu, perangkat pembelajaran dalam hal ini
buku-buku paket yang diberikan sebagai materi pembelajaran kepada siswa mengandung
materi yang terlalu padat dan meluas, sehingga dapat menyebabkan ketidak
tertarikan siswa untuk membaca materi pelajaran, terlebih lagi metode
pembelajaran yang tidak tepat digunakan dalam proses belajar mengajar.
Jika kondisi pembelajaran dalam kelas sebagaimana
uraian di atas, maka guru ada baiknya melakukan upaya untuk mengubah metode
pembelajaran yang digunakan, karena bukan tidak mungkin keadaan belajar siswa
sebagaimana uraian di atas salah satunya disebabkan karena metode pembelajaran
yang tidak sesuai dengan keinginan dan keadaan belajar siswa dalam kelas. Salah
satu upaya yang dapat ditempuh guru adalah dengan menggunakan metode example non example sehingga siswa dapat belajar
menemukan konsep pelajaran secara mandiri.
Metode pembelajaran example non example menuntut pro-aktif siswa
dalam memahami konsep materi pelajaran melalui serangkaian kegiatan mengamati
hal-hal tertentu yang menjadi fokus materi pelajaran dan kemudian coba
dideskripsikan oleh siswa melalui pemberian contoh-contoh yang relevan dan
membandingkannya dengan yang bukan contoh dari materi pelajaran.
E. LANGKAH-LANGKAH
PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE
Menurut
(Agus Suprijono, 2009 : 125) Langkah – langkah model pembelajaran examples
non examples diantaranya :
1.
Guru mempersiapkan gambar-gambar
sesuai dengan tujuan pembelajaran. Gambar yang digunakan tentunya merupakan
gambar yang relevan dengan materi yang dibahas sesuai dengan Kompetensi Dasar;
2.
Guru menempelkan gambar di papan
atau ditayangkan melalui LCD atau OHP, jika ada dapat pula menggunakan
proyektor. Pada tahapan ini guru juga dapat meminta bantuan siswa untuk
mempersiapkan gambar yang telah dibuat dan sekaligus pembentukan kelompok siswa;
3.
Guru memberi petunjuk dan memberi
kesempatan pada peserta didik untuk memperhatikan/menganalisis gambar. Biarkan
siswa melihat dan menelaah gambar yang disajikan secara seksama, agar detil
gambar dapat difahami oleh siswa. Selain itu, guru juga memberikan deskripsi
jelas tentang gambar yang sedang diamati siswa;
4.
Melalui diskusi kelompok 2-3 orang
peserta didik, hasil diskusi dari analisis gambar tersebut dicatat pada kertas.
Kertas yang digunakan akan lebih baik jika disediakan oleh guru;
5.
Tiap kelompok diberi kesempatan
membacakan hasil diskusinya. Siswa dilatih untuk menjelaskan hasil diskusi
mereka melalui perwakilan kelompok masing-masing;
6.
Mulai dari komentar/hasil diskusi
peserta didik, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai.
Setelah memahami hasil dari analisa yang dilakukan siswa, maka guru mulai
menjelaskan materi sesuai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai;
7.
Guru dan peserta didik menyimpulkan
materi sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Modifikasi model pembelajaran Examples Non Examples :
a.
Guru menulis topik pembelajaran;
b.
Guru menulis tujuan pembelajaran;
c.
Guru membagi peserta didik dalam
kelompok (masing-masing kelompok beranggotakan 6-7 orang);
d.
Guru menempelkan gambar di papan
tulis atau menayangkannya melalui LCD atau OHP;
e.
Guru meminta kepada masing-masing
kelompok untuk membuat rangkuman tentang macam-macam gambar yang ditunjukkan
oleh guru melalui LCD;
f.
Guru meminta salah satu kelompok
mempresentasikan hasil rangkumannya, sementara kelompok lain sebagai penyangga
dan penanya;
g.
Peserta didik melakukan diskusi;
h.
Guru memberikan penguatan pada hasil
diskusi.
F. IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN
EXAMPLE NON EXAPLE
Langkah pengembangan model
pembelajaran example non example dijalankan antara lain dengan
meningkatkan kualitas sekolah. Kualitas pendidikan di sekolah ditentukan oleh
berbagai faktor antara lain: faktor guru, siswa, proses pembelajaran,
lingkungan, sarana dan prasarana pembelajaran serta waktu pembelajaran.
Faktor-faktor tersebut di dalam
pelaksanaannya tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya sehingga
saling mendukung. Rendahnya mutu
pendidikan salah satunya disebabkan proses pembelajaran yang belum
efektif. Pembelajaran yang efektif dapat terwujud apabila pembelajaran sesuai
sasaran dan menggunakan metode pembelajaran yang tepat.
Penggunaan metode pembelajaran yang
tidak sesuai dengan keinginan dan keadaan belajar siswa dalam kelas akan
mempengaruhi hasil belajar. Salah satu upaya yang dapat ditempuh guru adalah
dengan menggunakan metode Example Non Example sehingga siswa dapat
belajar menemukan konsep pelajaran secara mandiri.
Implementasi
pembelajaran example non example di dalam kelas adalah :
1.
Pembelajaran menggunakan
contoh gambar sesuai kompetensi
dasar;
2.
Siswa membentuk kelompok kecil untuk berdiskusi dan mengerjakan tugas dari peneliti’
3.
Presentasi oleh tiap kelompok dan
tanya jawab;
4.
Memberikan skor kepada tiap-tiap
kelompok dan memberikan penghargaan;
5.
Guru menjelaskan kembali pokok
bahasan dengan presentasi;
6.
Guru mengadakan ujian tulis, yaitu
pre test dan post test
Berdasarkan teori dan konsep
pembelajaran example non example yang telah dipaparkan sebelumnya, maka
dapat dirumuskan dalam menimplentasikan materi pelajaran yang sesuai dengan
SK/KD dan indikator mata pelajaran ekonomi kelas. Dengan harapan penerapan metode
pembelajaran example non example dapat meningkatkan aktivitas dan hasil
belajar siswa
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Dari uraian
pembahasan diatas maka dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut:
1.
Metode Example non
Example adalah metode yang menggunakan media gambar dalam penyampaian
materi pembelajaran yang bertujuan mendorong siswa untuk belajar berfikir
kritis dengan jalan memecahkan permasalahan-permasalahan yang terkandung dalam
contoh-contoh gambar yang disajikan.
2.
Prinsip Reaksi model
pembelajaran Examples Non Examples adalah :
Guru memberi satuan informasi yang besar menjadi komponen-komponen yang
lebih kecil. Dalam model ini guru tidak banyak mejelaskan tentang materi. Guru hanya
menyiapkan materi yang berupa gambar-gambar untuk memfasilitasi anak dalam
mendiskusikan sebuah materi dan dilakukan secara kelompok.
3.
Menurut Buehl
(Depdiknas, 2007:219) mengemukakan keuntungan metode example non
example antara lain:
a. Siswa berangkat dari satu definisi yang selanjutnya digunakan untuk
memperluas pemahaman konsepnya dengan lebih mendalam dan lebih kompleks
b. Siswa terlibat dalam satu proses discovery (penemuan), yang mendorong
mereka untuk membangun konsep secara progresif melalui pengalaman dari example
dan non example;
c. Siswa diberi sesuatu yang berlawanan untuk mengeksplorasi karakteristik
dari suatu konsep dengan mempertimbangkan bagian non example yang dimungkinkan
masih terdapat beberapa bagian yang merupakan suatu karakter dari konsep yang
telah dipaparkan pada bagian example.
Ada dua kelemahan dalam
menggunakan model Examples Non Examples, diantaranya :
a.
Tidak semua materi dapat
disajikan dalam bentuk gambar;
b.
Memakan waktu yang banyak.
4.
Asumsi model
pembelajaran example non example yaitu proses belajar mengajar yang terlaksana di dalam kelas pada umumnya
dapat menimbulkan rasa bosan siswa ketika pembelajaran yang dilaksanakan
berkesan terlalu prosedural. Ketidak tertarikan siswa untuk membaca materi
pelajaran, terlebih lagi metode pembelajaran yang tidak tepat digunakan dalam
proses belajar mengajar. Maka guru ada baiknya melakukan upaya untuk
mengubah metode pembelajaran yang digunakan, karena bukan tidak mungkin keadaan
belajar siswa sebagaimana uraian di atas salah satunya disebabkan karena metode
pembelajaran yang tidak sesuai dengan keinginan dan keadaan belajar siswa dalam
kelas
5.
Implementasi pembelajaran example non example di
dalam kelas adalah :
a.
Pembelajaran menggunakan
contoh gambar sesuai kompetensi
dasar;
b.
Siswa membentuk kelompok kecil untuk berdiskusi dan mengerjakan tugas dari peneliti’
c.
Presentasi oleh tiap kelompok dan
tanya jawab;
d.
Memberikan skor kepada tiap-tiap
kelompok dan memberikan penghargaan;
e.
Guru menjelaskan kembali pokok
bahasan dengan presentasi;
f.
Guru mengadakan ujian tulis, yaitu
pre test dan post tes
B.
SARAN
1.
Untuk mahasiswa/i atau calon pendidik diharapkan dapat
menguasai materi mengenai macam-macam model pembelajaran example non example sebagai bekal
untuk menjadi pendidik;
2.
Untuk pendidik diharapkan lebih mendalami materi mengenai
macam-macam model pembelajaran example non example agar dapat melaksanakan
kegiatan pembelajaran secara efektif.
Demikian makalah yang dapat kami
paparkan tentang“MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE”. Semoga bermanfa’at. Dan tentunya makalah ini tidak
terlepas dari kesalahan, kekurangan, dan kekeliruan. Oleh karena itu penulis memohon
kritik dan saran yang bersifat membangun guna perbaikan makalah selanjutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar