Sabtu, 29 Oktober 2016

Model Pembelajaran Example Non Example

BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG MASALAH
Guru saat ini dituntut untuk selalu inovatif dalam melaksanakan pembelajarannya, mengapa? Tentu saja hal ini untuk menunjang kesuksesannya dalam mengemban tugas mulia untuk mencerdaskan bangsa.
Salah satu hal penting yang mutlak harus dipikirkan dengan matang oleh seorang dalam mencapai tujuan pembelajarannya yang tepat. Untuk memberi materi pembelajaran kepada siswanya dengan efektifmaka seorang pendidik harus menerapkan sebuah model pembelajaran yang efektif pula.
Sekarang ini di dunia pendidikan sudah mengalami kemajuan yang pesat, salah satu bukti kemajuan tersebut adalah dengan ditemukannya berbagai model pembelajaran inovatif.
Keberhasilan tujuan pendidikan terutama di tentukan oleh proses belajar mengajar yang di alami oleh siswa. Sisiwa yang belajar akan mengalami perubahan baik pengetahuan, pemahaman, penalaran, keterampilan, nilai dan sikap. Agar perubahan tersebut dapat tercapai dengan baik, maka diperlukan berbagai factor untuk meng hasilkan perubahan yang di harapkan yaitu mengefektifan pemahaman dari konsep.
Peserta didik harus disiapkan sejak awal untuk mampu bersosialisasi dengan lingkungannya sehingga berbagai jenis model pembelajaran yang dapat digunakan oleh pendidik. Model-model pembelajaran sosial merupakan pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan di kelas dengan melibatkan peserta didik secara penuh (student center) sehingga peserta didik memperoleh pengalaman dalam menuju kedewasaan, peserta dapat melatih kemandirian, peserta didik dapat belajar dari lingkungan kehidupannya.
Dengan latar belakang diatas, maka kami akan mencoba membahas materi mengenai salah satu model pembelajaran yaitu model pembelajaran example non example dengan judul makalah “MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE

B.     RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut:
1.      Apa yang dimaksud dengan model pembelajaran example non example?
2.      Apa saja prinsip-prinsip model pembelajaran example non example?
3.      Apa saja kelebihan dan kelemahan model pembelajaran axample non example?
4.      Bagaimana asumsi penerapan model pembelajaran example non example?
5.      Bagaimana langkah-langkah pembelajaran example non example?
6.      Bagaimana implementasi model pembelajaran example non example?



C.    TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan pembahasa makalah ini sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui pengertian model pembelajaran example non example;
2.      Untuk mengetahui prinsip-prinsip model pembelajaran example non example;
3.      Untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan model pembelajaran axample non example;
4.      Untuk mengetahui asumsi penerapan model pembelajaran example non example;
5.      Untuk mengetahui langkah-langkah pembelajaran example non example;
6.      Untuk mengetahui implementasi model pembelajaran example non example.

D.    MANFAAT PENULISAN
Adapun manfaat penulisan makalah ini yaitu:
1.      Agar mahasiswa/i mengetahui pengertian model pembelajaran example non example;
2.      Agar mahasiswa/i mengetahui prinsip-prinsip model pembelajaran example non example ;
3.      Agar mahasiswa/i mengetahui kelebihan dan kelemahan model pembelajaran example non example;
7.      Agar mahasiswa/i mengetahui asumsi penerapan model pembelajaran example non example;
8.      Agar mahasiswa/i mengetahui langkah-langkah pembelajaran example non example;
9.      Agar mahasiswa/i mengetahui implementasi model pembelajaran example non example.

E.     SISTEMATIKA PENULISAN
Adapun sistematika penulisan makalah ini yaitu:
BAB I PENDAHULUAN, terdiri dari:
A.    Latar Belakang Masalah
B.     Rumusan Masalah
C.     Tujuan Penuisan
D.    Manfaat Penulisan
E.     Sistematika Penulisan
BAB II PEMBAHASAN, terdiri dari:
A.    Pengertian Model Pembelajaran Example Non Example
B.     Prinsip-Prinsip Model Pembelajaran Example Non Example
C.     Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Example Non Example
D.    Asumsi Penerapan Model Pembelajaran Example Non Example
E.     Langkah-Langkah Pembelajaran Example Non Example
F.      Implementasi Model Pembelajaran Example Non Example
BAB III PENUTUP, terdiri dari:
A.    Kesimpulan
B.     Saran















BAB II
PEMBAHASAN
A.    PENGERTIAN MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE
Menurut Buehl (1996) dalam Apariani dkk, (2010:20) menjelaskan bahwa examples non examples adalah taktik yang dapat digunakan untuk mengajarkan definisi konsep.  Taktik ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa secara cepat dengan menggunakan 2 hal yang terdiri dari examples non examples dari suatu definisi konsep yang ada dan meminta siswa untuk mengklasifikasikan keduanya sesuai dengan konsep yang ada.  Examples memberikan gambaran akan sesuatu yang menjadi contoh akan suatu materi yang sedang dibahas, sedangkan non examples memberikan gambaran akan sesuatu yang bukanlah contoh dari suatu materi yang sedang dibahas.
Model Pembelajaran Example Non Example atau juga biasa di sebut example and non-example merupakan model pembelajaran yang menggunakan gambar sebagai media pembelajaran.
Metode Example non Example adalah metode yang menggunakan media gambar dalam penyampaian materi pembelajaran yang bertujuan mendorong siswa untuk belajar berfikir kritis dengan jalan memecahkan permasalahan-permasalahan yang terkandung dalam contoh-contoh gambar yang disajikan.
Konsep pada umumnya dipelajari melalui dua cara. Paling banyak konsep yang kita pelajari di luar sekolah melalui pengamatan dan juga dipelajari melalui definisi konsep itu sendiri. Example and Nonexample adalah taktik yang dapat digunakan untuk mengajarkan definisi konsep. Taktik ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa secara cepat dengan menggunakan 2 hal yang terdiri dari example dan non-example dari suatu definisi konsep yang ada, dan meminta siswa untuk mengklasifikasikan keduanya sesuai dengan konsep yang ada.
Example memberikan gambaran akan sesuatu yang menjadi contoh akan suatu materi yang sedang dibahas, sedangkan non-example memberikan gambaran akan sesuatu yang bukanlah contoh dari suatu materi yang sedang dibahas.
Example Non Example dianggap perlu dilakukan karena suatu definisi konsep adalah suatu konsep yang diketahui secara primer hanya dari segi definisinya dari pada dari sifat fisiknya.
Pembelajaran Examples Non Examples adalah salah satu contoh model pembelajaran yang menggunakan media. Media dalam pembelajaran merupakan sumber yang digunakan dalam proses belajar mengajar. Manfaat media ini adalah untuk guru  membantu dalam proses mengajar, mendekati situasi dengan keadaan yang sesungguhnya. Dengan media diharapkan proses belajar dan mengajar lebih komunikatif dan menarik.
Model Pembelajaran Examples Non Examples atau juga biasa di sebut Examples And Non-Examples merupakan model pembelajaran yang menggunakan gambar sebagai media pembelajaran. Penggunaan media gambar ini disusun dan dirancang agar anak dapat menganalisis gambar tersebut menjadi sebuah bentuk diskripsi singkat mengenai apa yang ada didalam gambar.
Salah satu proses belajar mengajar adalah gambar. Media gambar merupakan salah satu alat yang digunakan dalam proses belajar mengajar yang dapat membantu mendorong siswa lebih melatih diri dalam mengembangkan pola pikirnya. Dengan menerapkan media gambar diharapkan dalam pembelajaran dapat bermanfaat secara fungsional bagi semua siswa. Sehingga dalam kegiatan pembelajaran siswa diharapkan akan aktif termotivasi untuk belajar.
Dengan memusatkan perhatian siswa terhadap example dan non-example diharapkan akan dapat mendorong siswa untuk menuju pemahaman yang lebih dalam mengenai materi yang ada.
Examples non examples merupakan metode belajar yang menggunakan media-media atau non media sebagai contoh. Contoh-contoh yang biasa digunakan dan sederhana bisa berupa kasus yang ada di koran atau media lain seperti televisi, ataupun bisa lebih sederhana lagi berupa isu-isu yang sedang berkembang di dalam masyarakat yang tentunya tetap sesuai dengan bobot materi yang akan diberikan.
Examples non examples merupakan model pembelajaran dengan mempersiapkan gambar, diagram, atau tabel sesuai materi bahan ajar dan kompetensi, sajian gambar ditempel atau memakai LCD/OHP, dengan petunjuk guru siswa mencermati sajian, diskusi kelompok tentang sajian gambar tadi, presentasi hasil kelompok, bimbingan penyimpulan, evaluasi, dan refleksi (Roestiyah. 2001: 73).
Selanjutnya Slavin dalam Djamarah, (2006: 1) dijelaskan bahwa examples non examples adalah model pembelajaran yang menggunakan contoh-contoh. Contoh-contoh dapat diperoleh dari kasus atau gambar yang relevan dengan Kompetensi Dasar.
Berdasarkan uraian di atas, maka menyiapkan pengalaman dengan contoh dan non-contoh akan membantu siswa untuk membangun makna yang kaya dan lebih mendalam dari sebuah konsep penting. Joyce and Weil (Suratno, 2009:1) telah memberikan kerangka konsep terkait strategi tindakan, yang menggunakan metode Example Non example, sebagai berikut:  
1.      Menggeneralisasikan pasangan antara contoh dan non-contoh yang menjelas- kan beberapa dari sebagian besar karakter atau atribut dari konsep baru. Menya- jikan itu dalam satu waktu dan meminta siswa untuk memikirkan perbedaan apa yang terdapat pada dua daftar tersebut. Selama siswa memikirkan tentang tiap Examples dan non-Examples tersebut, tanyakanlah pada mereka apa yang membuat kedua daftar itu berbeda;
2.      Menyiapkan Examples dan non Examples tambahan, mengenai konsep yang lebih spesifik untuk mendorong siswa mengecek hipotesis yang telah dibuatnya sehingga mampu memahami konsep yang baru;
3.      Meminta siswa untuk bekerja berpasangan untuk menggeneralisasikan konsep Examples dan non-Examples mereka. Setelah itu meminta tiap pasangan untuk menginformasikan di kelas untuk mendiskusikannya secara klasikal sehingga tiap siswa dapat memberikan umpan balik;
4.      Sebagai bagian penutup, adalah meminta siswa untuk mendeskripsikan konsep yang telah diperoleh dengan menggunakan karakter yang telah didapat dari Examples dan Non-Examples.
Berdasarkan hal di atas, maka penggunaan metode example non example pada prinsipnya adalah upaya untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk menemukan konsep pelajarannya sendiri melalui kegiatan mendeskripsikan pemberian contoh dan bukan contoh terhadap materi yang sedang dipelajari. 
Pembelajaran model  Examples  Non  Examples  memberi ruang dan kesempatan yang luas kepada setiap anggota kelompok untuk bertatap muka saling memberikan informasi dan saling membelajarkan. Interaksi tatap muka akan memberikan pengalaman yang berharga kepada setiap anggota kelompok untuk bekerja sama, menghargai setiap perbedaan, memanfaatkan kelebihan masing-masing anggota dan mengisi kekurangan masing-masing.
Pembelajaran  model Examples Non Examples melatih siswa untuk dapat mampu berpartisipasi aktif dan berkomunikasi. Kemampuan ini sangat penting sebagai bekal mereka dalam kehidupan di masyarakat kelak. Oleh sebab itu, sebelum melakukan kooperatif, guru perlu membekali siswa dengan kemampuan berkomunikasi. Tidak setiap siswa mempunyai kemampuan berkomunikasi, misalnya kemampuan mendengarkan dan kemampuan berbicara, padahal keberhasilan kelompok ditentukan oleh partisipasi setiap anggotanya.

B.     PRINSIP MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLES NON EXAMPLES
Metode Example non Example juga merupakan metode yang mengajarkan pada siswa untuk belajar mengerti dan menganalisis sebuah konsep. Konsep pada umumnya dipelajari melalui dua cara. Paling banyak konsep yang kita pelajari di luar sekolah melalui pengamatan dan juga dipelajari melalui definisi konsep itu sendiri. Examples and Non exampls adalah taktik yang dapat digunakan untuk mengajarkan definisi konsep.
Strategi yang diterapkan dari metode ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa secara cepat dengan menggunakan 2 hal yang terdiri dari Examples dan Non-Examples dari suatu definisi konsep yang ada, dan meminta siswa untuk mengklasifikasikan keduanya sesuai dengan konsep yang ada.
1.      Example memberikan gambaran akan sesuatu yang menjadi contoh akan suatu materi yang sedang dibahas, sedangkan
2.      Non-Example memberikan gambaran akan sesuatu yang bukanlah contoh dari suatu materi yang sedang dibahas.
Metode Examples non Examples penting dilakukan karena suatu definisi konsep adalah suatu konsep yang diketahui secara primer hanya dari segi definisinya daripada dari sifat fisiknya. Dengan memusatkan perhatian siswa terhadap example dan non-example diharapkan akan dapat mendorong siswa untuk menuju pemahaman yang lebih dalam mengenai materi yang ada.
Prinsip Reaksi model pembelajaran Examples Non Examples adalah
Guru memberi satuan informasi yang besar menjadi komponen-komponen yang lebih kecil. Selanjutn
ya guru membagi siswa kedalam kelompok belajar 2-3 orang siswa, sehingga setiap anggota bertanggung jawab atas setiap penguasaan komponen-komponen yang di tugaskan sebaik-baiknya. Sehingga menyebabkan tumbuhnya rasa senang dalam proses belajar mengajar, serta dapat menjadikan siswa lebih semangat belajar karena dapat melihat secara langsung.
Dalam sistem sosial guru selalu mengamati semua yang di lakukan tiap kelompok agar kegiatan berjalan lancar. Dalam model ini guru tidak banyak mejelaskan tentang materi. Guru hanya menyiapkan materi yang berupa gambar-gambar untuk memfasilitasi anak dalam mendiskusikan sebuah materi dan dilakukan secara kelompok. Dalam kelompok tersebut tidak hanya materi yang di bahas saja melainkan juga member arti penting dari kerjasama, persaingan sehat antar kelompok, keterlibatan belajar dan tanggung jawab.

C.    KELEBIHAN DAN KELEMAHAN MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE
1.      Kelebihan
Menurut Buehl (Depdiknas, 2007:219) mengemukakan keuntungan metode example non example antara lain:
a.       Siswa berangkat dari satu definisi yang selanjutnya digunakan untuk memperluas pemahaman konsepnya dengan lebih mendalam dan lebih kompleks;
b.      Siswa terlibat dalam satu proses discovery (penemuan), yang mendorong mereka untuk membangun konsep secara progresif melalui pengalaman dari example dan non example;
c.       Siswa diberi sesuatu yang berlawanan untuk mengeksplorasi karakteristik dari suatu konsep dengan mempertimbangkan bagian non example yang dimungkinkan masih terdapat beberapa bagian yang merupakan suatu karakter dari konsep yang telah dipaparkan pada bagian example.
Keunggulan lainnya dalam model pembelajaran examples non examples diantaranya :
a.       Siswa lebih berfikir kritis dalam menganalisa gambar yang relevan dengan Kompetensi Dasar (KD);
b.      Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar yang relevan dengan Kompetensi Dasar (KD);
c.       Siswa diberi kesempata mengemukakan pendapatnya yang mengenai analisis gambar yang relevan dengan Kompetensi Dasar (KD).
Tennyson dan Pork (Slavin, 2002) menyarankan bahwa jika guru akan menyajikan contoh dari suatu konsep maka ada tiga hal yang seharusnya diperhatikan, yaitu:
a.       Urutkan contoh dari yang gampang ke yang sulit;
b.       Pilih contoh-contoh yang berbeda satu sama lain;
c.       Bandingkan dan bedakan contoh-contoh dan bukan contoh.
Dampak instruksional dan dampak pengiring yang dimiliki model pembelajaran Examples Non Examples. Dampak instruksional adalah dampak yang terlihat setelah kegiatan pembelajaran. Sedangkan dampak pengiring adalah damapak yang tidak langsung terlihat, akan tetapi mengiringi dampak instruksional. Pada pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Examples Non Examples dampak instruksionalnya adalah siswa menjadi lebih aktif, berani mengemukakan pendapat atau gagasannya sendiri, aktif berdiskusi, dapat belajar dari pengamatan sendiri. Dampak pengiringnya adalah siswa mampu meningkatkan kerjasama secara kooperatif untuk materi yang ditugaskan, bertanggung jawab, berusaha memahami materi dengan baik, dan meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah.
2.      Kelemahan
Ada dua kelemahan dalam menggunakan model Examples Non Examples, diantaranya :
a.       Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar;
b.       Memakan waktu yang banyak.

D.    ASUMSI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE
Proses belajar mengajar yang terlaksana di dalam  kelas pada umumnya dapat menimbulkan rasa bosan siswa ketika pembelajaran yang dilaksanakan berkesan terlalu prosedural. Artinya, guru melaksanakan pembelajaran secara sistematis sementara keadaan seperti ini umumnya tidak diinginkan siswa.
Disamping itu, perangkat pembelajaran dalam hal ini buku-buku paket yang diberikan sebagai materi pembelajaran kepada siswa mengandung materi yang terlalu padat  dan meluas, sehingga dapat menyebabkan ketidak tertarikan siswa untuk membaca materi pelajaran, terlebih lagi metode pembelajaran yang tidak tepat digunakan dalam proses belajar mengajar. 
Jika kondisi pembelajaran dalam kelas sebagaimana uraian di atas, maka guru ada baiknya melakukan upaya untuk mengubah metode pembelajaran yang digunakan, karena bukan tidak mungkin keadaan belajar siswa sebagaimana uraian di atas salah satunya disebabkan karena metode pembelajaran yang tidak sesuai dengan keinginan dan keadaan belajar siswa dalam kelas. Salah satu upaya yang dapat ditempuh guru adalah dengan menggunakan metode example non example sehingga siswa dapat belajar menemukan konsep pelajaran secara mandiri.
Metode pembelajaran example non example menuntut pro-aktif siswa dalam memahami konsep materi pelajaran melalui serangkaian kegiatan mengamati hal-hal tertentu yang menjadi fokus materi pelajaran dan kemudian coba dideskripsikan oleh siswa melalui pemberian contoh-contoh yang relevan dan membandingkannya dengan yang bukan contoh dari materi pelajaran.

E.      LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE
Menurut (Agus Suprijono, 2009 : 125) Langkah – langkah model pembelajaran examples non examples diantaranya :
1.      Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran. Gambar yang digunakan tentunya merupakan gambar yang relevan dengan materi yang dibahas sesuai dengan Kompetensi Dasar;
2.      Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui LCD atau OHP, jika ada dapat pula menggunakan proyektor. Pada tahapan ini guru juga dapat meminta bantuan siswa untuk mempersiapkan gambar yang telah dibuat dan sekaligus pembentukan kelompok siswa;
3.      Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada peserta didik untuk memperhatikan/menganalisis gambar. Biarkan siswa melihat dan menelaah gambar yang disajikan secara seksama, agar detil gambar dapat difahami oleh siswa. Selain itu, guru juga memberikan deskripsi jelas tentang gambar yang sedang diamati siswa;
4.      Melalui diskusi kelompok 2-3 orang peserta didik, hasil diskusi dari analisis gambar tersebut dicatat pada kertas. Kertas yang digunakan akan lebih baik jika disediakan oleh guru;
5.      Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya. Siswa dilatih untuk menjelaskan hasil diskusi mereka melalui perwakilan kelompok masing-masing;
6.      Mulai dari komentar/hasil diskusi peserta didik, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai. Setelah memahami hasil dari analisa yang dilakukan siswa, maka guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai;
7.      Guru dan peserta didik menyimpulkan materi sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Modifikasi model pembelajaran Examples Non Examples :
a.       Guru menulis topik pembelajaran;
b.      Guru menulis tujuan pembelajaran;
c.       Guru membagi peserta didik dalam kelompok (masing-masing kelompok beranggotakan 6-7 orang);
d.      Guru menempelkan gambar di papan tulis atau menayangkannya melalui LCD atau OHP;
e.       Guru meminta kepada masing-masing kelompok untuk membuat rangkuman tentang macam-macam gambar yang ditunjukkan oleh guru melalui LCD;
f.       Guru meminta salah satu kelompok mempresentasikan hasil rangkumannya, sementara kelompok lain sebagai penyangga dan penanya;
g.      Peserta didik melakukan diskusi;
h.      Guru memberikan penguatan pada hasil diskusi.

F.     IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAPLE
Langkah pengembangan model pembelajaran example non example dijalankan antara lain dengan meningkatkan kualitas sekolah. Kualitas pendidikan di sekolah ditentukan oleh berbagai faktor antara lain: faktor guru, siswa, proses pembelajaran, lingkungan, sarana dan prasarana pembelajaran serta waktu pembelajaran.
Faktor-faktor tersebut di dalam pelaksanaannya tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya sehingga saling mendukung. Rendahnya mutu  pendidikan salah satunya disebabkan proses pembelajaran yang belum efektif. Pembelajaran yang efektif dapat terwujud apabila pembelajaran sesuai sasaran dan menggunakan metode pembelajaran yang tepat.
Penggunaan metode pembelajaran yang tidak sesuai dengan keinginan dan keadaan belajar siswa dalam kelas akan mempengaruhi hasil belajar. Salah satu upaya yang dapat ditempuh guru adalah dengan menggunakan metode Example Non Example sehingga siswa dapat belajar menemukan konsep pelajaran secara mandiri.
Implementasi  pembelajaran example non example di dalam kelas adalah :
1.      Pembelajaran  menggunakan  contoh gambar sesuai kompetensi  dasar;
2.      Siswa membentuk  kelompok kecil untuk  berdiskusi dan  mengerjakan tugas dari peneliti
3.      Presentasi oleh tiap kelompok dan tanya jawab;
4.      Memberikan skor kepada tiap-tiap kelompok dan memberikan penghargaan;
5.      Guru menjelaskan kembali pokok bahasan dengan presentasi;
6.      Guru mengadakan ujian tulis, yaitu pre test dan post test

Berdasarkan teori dan konsep pembelajaran example non example yang telah dipaparkan sebelumnya, maka dapat dirumuskan dalam menimplentasikan materi pelajaran yang sesuai dengan SK/KD dan indikator mata pelajaran ekonomi kelas. Dengan harapan penerapan metode pembelajaran example non example dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa





BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Dari uraian pembahasan diatas maka dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut:
1.      Metode Example non Example adalah metode yang menggunakan media gambar dalam penyampaian materi pembelajaran yang bertujuan mendorong siswa untuk belajar berfikir kritis dengan jalan memecahkan permasalahan-permasalahan yang terkandung dalam contoh-contoh gambar yang disajikan.
2.      Prinsip Reaksi model pembelajaran Examples Non Examples adalah :
Guru memberi satuan informasi yang besar menjadi komponen-komponen yang lebih kecil. Dalam model ini guru tidak banyak mejelaskan tentang materi. Guru hanya menyiapkan materi yang berupa gambar-gambar untuk memfasilitasi anak dalam mendiskusikan sebuah materi dan dilakukan secara kelompok.
3.      Menurut Buehl (Depdiknas, 2007:219) mengemukakan keuntungan metode example non example antara lain:
a.       Siswa berangkat dari satu definisi yang selanjutnya digunakan untuk memperluas pemahaman konsepnya dengan lebih mendalam dan lebih kompleks
b.      Siswa terlibat dalam satu proses discovery (penemuan), yang mendorong mereka untuk membangun konsep secara progresif melalui pengalaman dari example dan non example;
c.       Siswa diberi sesuatu yang berlawanan untuk mengeksplorasi karakteristik dari suatu konsep dengan mempertimbangkan bagian non example yang dimungkinkan masih terdapat beberapa bagian yang merupakan suatu karakter dari konsep yang telah dipaparkan pada bagian example.
Ada dua kelemahan dalam menggunakan model Examples Non Examples, diantaranya :
a.      Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar;
b.       Memakan waktu yang banyak.
4.      Asumsi model pembelajaran example non example yaitu proses belajar mengajar yang terlaksana di dalam  kelas pada umumnya dapat menimbulkan rasa bosan siswa ketika pembelajaran yang dilaksanakan berkesan terlalu prosedural. Ketidak tertarikan siswa untuk membaca materi pelajaran, terlebih lagi metode pembelajaran yang tidak tepat digunakan dalam proses belajar mengajar.  Maka guru ada baiknya melakukan upaya untuk mengubah metode pembelajaran yang digunakan, karena bukan tidak mungkin keadaan belajar siswa sebagaimana uraian di atas salah satunya disebabkan karena metode pembelajaran yang tidak sesuai dengan keinginan dan keadaan belajar siswa dalam kelas
5.      Implementasi  pembelajaran example non example di dalam kelas adalah :
a.       Pembelajaran  menggunakan  contoh gambar sesuai kompetensi  dasar;
b.      Siswa membentuk  kelompok kecil untuk  berdiskusi dan  mengerjakan tugas dari peneliti
c.       Presentasi oleh tiap kelompok dan tanya jawab;
d.      Memberikan skor kepada tiap-tiap kelompok dan memberikan penghargaan;
e.       Guru menjelaskan kembali pokok bahasan dengan presentasi;
f.       Guru mengadakan ujian tulis, yaitu pre test dan post tes

B.     SARAN
1.      Untuk mahasiswa/i atau calon pendidik diharapkan dapat menguasai materi mengenai macam-macam model  pembelajaran example non example sebagai bekal untuk menjadi pendidik;
2.      Untuk pendidik diharapkan lebih mendalami materi mengenai macam-macam model pembelajaran example non example agar dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran secara efektif.
Demikian makalah yang dapat kami paparkan tentangMODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE. Semoga bermanfa’at. Dan tentunya makalah ini tidak terlepas dari kesalahan, kekurangan, dan kekeliruan. Oleh karena itu penulis memohon kritik dan saran yang bersifat membangun guna perbaikan makalah selanjutnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar