BAB I
PENDAHULUAN
A. PENDAHULUAN
Perkembangan
teknologi pendidikan (teknologi pembelajaran) menghasilkan berbagai konsep dan
praktik pendidikan yang banyak memanfaatkan media sebagai sumber belajar.
Kenyataan ini menimbulkan persepsi bahwa teknologi pendidikan sama dengan
media, padahal kedudukan media sebagai sarana untuk mempermudah dalam
menyampaikan informasi atau bahan ajar.
Teknologi
pendidikan dalam proses pembelajaran bermanfaat untuk memperkuat dalam
merekayasa berbagai cara dan teknik dari mulai tahap mendesain, pengembangan,
pemanfaatan berbagai sumber belajar, implementasi, penilaian program, dan
penilaian hasil belajar. Teknologi dalam pendidikan merupakan penggunaan media
sebagai sumber atau sarana dalam proses pembelajaran untuk mempermudah
pencapaian.
Kemajuan
dan peranan teknologi sudah demikian meningkat, sehingga penggunaan
alat-alat, perlengkapan pendidikan, media pendidikan dan pengajaran di
sekolah-sekolah mulai disesuaikan dengan kemajuan penggunaan alat-alat bantu
mengajar, alat-alat bantu peraga pendidikan, audio, visual, dan audio-visual
serta perlengkapan peralatan kerja lainnya. Kemajuan teknologi memberikan
banyak tawaran dan pilihan bagi dunia pendidikan untuk menunjang proses
pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien bagi
siswa.
Sejalan
dengan perkembangan teknologi internet, banyak kegiatan pembelajaran yang dapat
dilakukan dengan memanfaatkan teknologi. Guru pun dituntut untuk lebih kreatif
dalam mengembangkan desain pembelajaran yang tentunya akan melibatkan teknologi
pendidikan tersebut. Dan penulis akan mencoba sedikit mengurainya dalam tulisan
yang sederhana ini.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian dari desain teknologi pembelajaran PAI ?
2. Apakah fungsi dari pengembangan teknologi pembelajaran PAI ?
3. Apakah manfaat dari pengembangan teknologi pembelajaran PAI ?
C. Tujuan Pembahasan
1. Untuk mengetahui pengertian desain teknologi pembelajaran PAI
2. Untuk mengetahui fungsi pengembangan teknologi pembelajaran PAI
3. Untuk mengetahui manfaat teknologi pembelajaran PAI
BAB II
PEMBAHASAN
Pendidikan
di sekolah bukan hanya ditentukan oleh usaha murid secara individual saja atau
usaha guru kepada murid saja. Melainkan juga usaha-usaha yang dilakukan oleh
guru dalam mengelola pendidikan di sekolah, usaha-usaha yang dilakukan guru
dalam mengelola siswa di rumah maupun juga mengelola di siswa di lingkungan
masyarakat. Anak didik berbeda-beda, bukan hanya dipengaruhi oleh bakat dan
minat saja, melainkan dipengaruhi banyak hal. Dari faktor banyak hal tersebut
seorang guru dituntut untuk lebih menguasai kesemuanya itu. Dari sinilah desain
pembelajaran serta desain teknologi pembelajaran hadir untuk mempersiapkan dan
untuk memudahkan guru dalam melaksanakan tugasnya.
A. Desain
Pembelajaran
1. Pengertian
Desain Pembelajaran PAI
Desain
adalah sebuah istilah yang diambil dari kata design (Bahasa Inggris)
yang berarti perencanaan atau rancangan. Ada pula yang mengartikan dengan
“Persiapan”. Di dalam ilmu manajemen pendidikan atau ilmu administrasi
pendidikan, perencanaan disebut dengan istilah planning yaitu
persiapan menyusun suatu keputusan berupa langkah-langkah
penyelesaian suatu masalah atau pelaksanaan suatu pekerjaan yang terarah pada
pencapaian tujuan tertentu. Herbert Simon, mengartikan desain sebagai proses
pemecahan masalah. Kata “desain” berarti membuat sketsa atau pola atau
outline atau rencana pendahuluan. Sedang “Pengembangan” berarti membuat tumbuh
secara teratur untuk menjadikan sesuatu lebih besar, lebih baik, lebih efektif
dan sebagainya. Tujuan sebuah desain adalah untuk mencapai solusi terbaik
dalam memecahkan masalah dengan memanfaatkan sejumlah informasi yang tersedia.
Desain
pembelajaran dapat dimaknai dari berbagai sudut pandang, misalnya sebagai
disiplin, sebagai ilmu, sebagai sistem, dan sebagai proses. Sebagai disiplin,
desain pembelajaran membahas berbagai penelitian dan teori tentang strategi
serta proses pengembengan pembelajaran dan pelaksanaannya. Sebagai ilmu, desain
pembelajaran merupakan ilmu untuk menciptakan spesifikasi pengembangan,
pelaksanaan, penilaian, serta pengelolaan situasi yang memberikan fasilitas
pelayanan pembelajaran dalam skala makro dan mikro untuk berbagai mata
pelajaran pada berbagai tingkatan kompleksitas. Sebagai sistem, desain
pembelajaran merupakan pengembangan sistem pembelajaran dan sistem
pelaksanaannya termasuk sarana serta prosedur untuk meningkatkan mutu belajar.
Desain pembelajaran sebagai proses. merupakan pengembangan sistematis tentang
spesifikasi pembelajaran dengan menggunakan teori pembelajaran dan teori
belajar untuk menjamin mutu pembelajaran.
Desain
pembelajaran merupakan proses keseluruhan tentang kebutuhan dan tujuan belajar
serta sistem penyampaiannya. Termasuk di dalamnya adalah pengembangan bahan dan
kegiatan pembelajaran, uji coba dan penilaian bahan, serta pelaksanaan kegiatan
pembelajarannya. Untuk memahami lebih jauh tentang teori dan aplikasi desain
pembelajaran.
Desain
Pembelajaran adalah praktek penyusunan media teknologi komunikasi dan isi untuk
membantu agar dapat terjadi transfer pengetahuan secara efektif antara guru dan
peserta didik. Proses ini berisi penentuan status awal dari pemahaman peserta
didik, rumusan tujuan pembelajaran dan merancang “perlakuan” berbasis media
untuk membantu terjadinya transisi. Idealnya proses ini berdasar pada informasi
dari teori belajar yang sudah teruji secara pedagogis dan dapat terjadi hanya
pada siswa, dipandu oleh guru, atau dalam latar berbasis komunitas.
Dari
beberapa definisi di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa desain
pembelajaran PAI adalah suatu rancangan yang sistematis yang diharapkan
nantinya peserta didik dapat menerima materi Pendidikan Agama Islam dengan
baik, dengan rasa senang dan tanpa paksaan.
2. Urgensi
Desain Pembelajaran PAI
Sebagaimana
dijelaskan sebelumnya, desain atau perencanaan merupakan sesuatu hal yang
begitu penting bagi seseorang yang akan melaksanakan tugas atau pekerjaannya,
termasuk guru yang memiliki tugas/pekerjaan mengajar (mengelola pengajaran).
Supaya seorang guru dapat menyusun perencanaan pengajaran dengan baik, maka
harus memperhatikan prinsip-prinsip pengajaran dan memahami strategi
pengajaran.
Desain
pembelajaran PAI dirancang sebagai proses yang sistematis untuk memecahkan
persoalan pembelajaran pada Pendidikan Agama Islam melalui proses perencanaan
bahan-bahan pembelajaran beserta aktivitas yang harus dilakukan, perencanaan
sumber-sumber pembelajaran yang dapat digunakan serta perencanaan evaluasi
keberhasilan. Desain pembelajaran disusun untuk membantu proses belajar siswa,
di mana proses belajar itu memiliki tahapan segera dan tahapan jangka panjang.
Menurut
Gagne, belajar seseorang dapat dipengaruhi oleh dua factor yakni factor
internal dan factor eksternal. Factor internal adalah factor yang berkaitan
dengan kondisi yang dibawa atau datang dari dalam individu siswa, seperti
kemampuan dasar, gaya belajar seseorang, minat dan bakat serta kesiapan setiap
individu yang belajar. Factor eksternal adalah factor yang datang dari luar
individu, yakni berkaitan dengan penyediaan kondisi atau lingkungan
yang didesain agar siswa belajar. Desain pembelajaran berkaitan dengan factor
eksternal ini, yakni pengaturan lingkungan dan kondisi yang memungkinkan siswa
dapat belajar. Menurut Gagne, kondisi internal dapat dibangkitkan oleh
pengaturan kondisi eksternal.
Sejalan
dengan hal itu, Shambaugh menjelaskan tentang desain pembelajaran yakni sebagai
“ An intellectual process to help teachers systematically analyze learner
needs and construct structures possibilities to responsively address those
needs.” Jadi dengan demikian, suatu desain pembelajaran diarahkan untuk
menganalisis kebutuhan siswa dalam pembelajaran kemudian berupaya untuk
membantu dalam menjawab kebutuhan tersebut.
Perlunya
perencanaan pembelajaran dimaksudkan agar dapat dicapai perbaikan pembelajaran,
upaya memperbaiki kualitas pembelajaran perlu diawali dengan perencanaan
pembelajaran yang diwujudkan dengan adanya desain pembelajaran. Untuk merancang
suatu pembelajaran perlu menggunakan pendekatan system. Perencanaan desain
pembelajaran diacukan pada bagaimana seseorang belajar untuk merencanakan
sebuah desain pembelajaran yang diacukan pada siswa secara perorangan.
Pembelajaran yang dilakukan akan bermuara pada ketercapaian tujuan
pembelajaran. Oleh karena itu perlunya sebuah metode capaian pembelajaran,
diantaranya :
a. Perbaikan
kualitas pembelajaran
b. Pembelajaran
dirancang dengan perbaikan system
c. Desain
pembelajaran mengacu pada bagaimana seorang belajar
d. Desain
pembelajaran harus diacukan pada tujuan
3. Hakikat
Desain Teknologi Pembelajaran PAI
Teknologi
Pembelajaran tumbuh dari praktik pendidikan dan gerakan komunikasi audio
visual. Teknologi Pembelajaran semula dilihat sebagai teknologi peralatan, yang
berkaitan dengan penggunaan peralatan, media dan sarana untuk mencapai tujuan
pendidikan atau dengan kata lain mengajar dengan alat bantu audio-visual.
Teknologi pembelajaran merupakan gabungan dari tiga aliran yang saling
berkepentingan, yaitu media dalam pendidikan, psikologi pembelajaran dan
pendekatan sistem dalam pendidikan. Mengingat luasnya tentang kajian
teknologi pembelajaran maka dalam uraian ini akan dibahas tentang desain
teknologi pembelajaran.
Desain
adalah proses untuk menentukan kondisi belajar dengan tujuan untuk menciptakan
strategi dan produk. Lingkup desain bermula dari gerakan psikologi
pembelajaran, terutama diilhami dari pemikiran B.F. Skinner (1954) tentang
teori pembelajaran berprogram (programmed instructions). Selanjutnya, pada
tahun 1969 dari pemikiran Herbert Simon yang membahas tentang preskriptif
tentang desain turut memicu kajian tentang desain.
Pendirian
pusat-pusat desain bahan pembelajaran dan terprogram, seperti “Learning
Resource and Development Center” pada tahun 1960 semakin memperkuat kajian
tentang desain. Dalam kurun waktu tahun 1960-an dan 1970-an, Robert Glaser,
selaku Direktur dari Learning Resource and Development Center tersebut menulis
dan berbicara tentang desain pembelajaran sebagai inti dari Teknologi
Pendidikan.
Berdasarkan
uraian di atas desain dapat disederhanakan sebagai proses untuk menentukan
kondisi belajar. Tujuan desain ialah untuk menciptakan strategi dan
produk pada tingkat makro, seperti program dan kurikulum, dan pada
tingkat mikro, seperti pelajaran dan modul. Desain dalam
Teknologi Pendidikan paling tidak meliputi empat cakupan utama yang akan
diuraikan pada bagian selanjutnya.
Pada
era globalisasi, ada kecenderungan kuat terjadinya proses universalisasi yang
melanda seluruh aspek khidupan manusia. Salah satu implikasi penyeragaman
terlihat dengan munculnya gaya hidup global seperti makanan, pakaian dan musik.
Anak-anak kecil yang mengenal film-film kartun dari berbagai negara, kita sudah
banyak mengenal tren dari negara-negara lain, contoh nyata bahwa arus globalisasi
tidak terbendung di negara kita.
Banyak
hal yang perlu di cermati agar sebagai bangsa kita tidak ketinggalang oleh
hala-hal yang baru, yang terjadi secara global sehingga kita dapat beradaptasi
dengan negara-negara di dunia. Di sisi lain kita juga harus punya filter yang
kuat agar pengaruh globalisasi yang negatif tidak mengganggu kehidupan bangsa
kita yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur, budi pekerti dan memiliki
budaya yang sarat dengan nilai kebangsaan. Hal ini penting agar kita menjadi
bangsa yang bermartabat tanpa harus ketinggalang dengan negara-negara lain.
4. Ruang
Lingkup Desain Teknologi Pembelajaran
Desain
atau perancangan teknologi pembelajaran mencakup penerapan berbagai teori,
prinsip dan prosedur dalam melakukan perencanaan atau mendesain suatu program
atau kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara sistemik dan sistematik.
Kawasan
desain ini meliputi empat cakupan utama dari teori dan praktek, yaitu: (1)
desain sistem pembelajaran; (2) desain pesan; (3) strategi pembelajaran; dan
(4) karakteristik peserta didik.
a. Desain
Sistem Pembelajaran
Menurut
Seels dan Richey, desain sistem pembelajaran yaitu prosedur yang terorganisasi
dan sistematis untuk:
1) Penganalisaan
(proses perumusan apa yang akan dipelajari)
2) Perancangan
(proses penjabaran bagaimana cara mempelajarinya)
3) Pengembangan
(proses penulisan dan pembuatan atau produksi bahan-bahan belajar)
4) Pelaksanaan/aplikasi
(pemanfaatan bahan dan strategi) dan
5) Penilaian
(proses penentuan ketepatan pembelajaran).
Desain
sistem pembelajaran biasanya merupakan prosedur linier dan interaktif yang
menuntut kecermatan dan kemantapan. Agar dapat berfungsi sebagai alat untuk
saling mengontrol, semua langkah–langkah tersebut harus tuntas. Dalam
desain sistem pembelajaran, proses sama pentingnya dengan produk, sebab
kepercayaan atas produk berlandaskan pada proses.
Sedangkan
menurut Twelker, Urbach, Buck dalam Suparman pengembangan instruksional
adalah suatu cara yang sistematis untuk mengidentifikasi, mengembangkan, dan
mengevaluasi satu set bahan dan strategi pembelajaran untuk mencapai tujuan
tertentu. Wujud pengembangan instruksional adalah produksi dan penggunaan
media instruksional, evaluasi instruksional dan pengelolaan instruksional. Jadi
pengembangan instruksional merupakan salah satu teknologi perangkat lunak
(sofware technology) yang canggih untuk membangun sistem instruksional yang
berkualitas tinggi.
b. Desain
Pesan
Desain
pesan yaitu perencanaan untuk merekayasa bentuk fisik dari pesan agar terjadi
komunikasi antara pengirim dan penerima, dengan memperhatikan prinsip-prinsip
perhatian, persepsi,dan daya tangkap. Fleming dan Levie, membatasi
pesan pada pola-pola isyarat, atau simbol yang dapat memodifikasi perilaku
kognitif, afektif dan psikomotor.
Desain
pesan berkaitan dengan hal-hal mikro, seperti: bahan visual, urutan, halaman
dan layar secara terpisah. Desain pesan harus bersifat spesifik, baik tentang
media maupun tugas belajarnya. Hal ini mengandung makna bahwa prinsip-prinsip
desain pesan akan berbeda, tergantung pada jenis medianya, apakah bersifat
statis, dinamis atau kombinasi keduanya (misalnya, suatu potret, film, atau
grafik komputer). Juga apakah tugas belajarnya tentang pembentukan konsep,
pengembangan sikap, pengembangan keterampilan, strategi belajar atau hafalan.
Dengan demikian desain pesan ini melibatkan perancangan untuk menentukan jenis
media dan format sajian yang paling menarik untuk menyampaikan pesan-pesan
pembelajaran kepada peserta didik.
c. Strategi
Pembelajaran
Strategi
pembelajaran adalah spesifikasi untuk menyeleksi serta mengurutkan peristiwa
belajar atau kegiatan pembelajaran dalam suatu mata pelajaran. Strategi
pembelajaran meliputi situasi belajar dan komponen pembelajaran. Dalam mengaplikasikan
suatu strategi pembelajaran tergantung pada situasi belajar, sifat materi dan
jenis belajar yang dikehendaki.
Strategi
instruksional ini merupakan proses memilih dan menyusun kegiatan pembelajaran
dalam sesuatu unit pembelajaran seperti urutan, sifat mateteri, ruang lingkup
materi, metode dan media yang paling sesuai untuk mencapai kompetensi
pembelajaran
d. Karakteristik
Peserta Didik
Karakteristik
peserta didik yaitu aspek latar belakang pengalaman peserta didik yang
mempengaruhi terhadap efektivitas proses belajarnya. Karaketeristik peserta
didik mencakup keadaan sosio-psiko-fisik peserta didik. Secara psikologis, yang
perlu mendapat perhatian dari karakteristik peserta didik yaitu berkaitan
dengan kemampuannya (ability), baik yang bersifat potensial maupun kecakapan
nyata dan kepribadiannya, seperti, sikap, emosi, motivasi serta aspek-aspek
kepribadian lainnya.
5. Konsep
Desain Teknologi Pembelajaran
Seiring
dengan perkembangan pesat teknologi pembelajaran tersebut, berkembang pula
tempat kerja para teknolog pembelajaran. Hal ini juga mempunyai dampak terhadap
keyakinan, nilai-nilai dan prioritas dalam bidang teknologi pembelajaran. Teknologi
pembelajaran telah berkembang dari sekedar keterampilan menjadi profesi dan
kemudian menjadi bidang kajian.
Lebih
lanjut, pengembangan desain teknologi pembelajaran berarti proses
penterjemahan spesifikasi desain ke dalam bentuk fisik. Kawasan
pengembangan mencakup pengembangan teknologi cetak, teknologi audio visual,
teknologi berbasis komputer dan multimedia.
Pengembangan desain
teknologi pembelajaran berakar pada produksi media.Melalui proses yang
bertahun-tahun perubahan dalam kemampuan media ini berakibat pada perubahan
kawasan. Walaupun perkembangan buku teks dan alat bantu pembelajaran yang lain
(teknologi cetak) mendahului film, namun pemunculan film merupakan tonggak
sejarah dari gerakan audio-visual ke era teknologi pembelajaran sekarang ini.
Pada 1930-an film mulai digunakan untuk kegiatan pembelajaran (teknologi
audio-visual).
Selama
Perang Dunia II, banyak jenis bahan belajar yang diproduksi
terutama film untuk pelatihan militer. Setelah perang, televisi sebagai media
baru digunakan untuk kepentingan pendidikan (teknologi audio-visual). Selama
akhir tahun 1950- an dan awal tahun 1960-an bahan pembelajaran berprograma
mulai digunakan untuk pembelajaran. Sekitar tahun 1970-an komputer mulai
digunakan untuk pembelajaran, dan permainan simulasi menjadi mode di sekolah.
Selama tahun 1980-an teori dan praktek di bidang pembelajaran yang berlandaskan
komputer berkembang seperti jamur dan sekitar tahun 1990-an multimedia terpadu
yang berlandaskan komputer merupakan dari kawasan ini.
Di
dalam pengembangan desain teknologi pembelajran terdapat keterkaitan yang
kompleks antara teknologi dan teori yang mendorong terhadap desain pesan maupun
strategi pembelajarannya. Pada dasarnya kawasan pengembangan terjadi karena
pesan yang didorong oleh isi, strategi pembelajaran yang didorong oleh teori,
manifestasi fisik dari teknologi - perangkat keras, perangkat lunak, dan bahan
pembelajaran.
Di
bidang pendidikan, peran guru untuk mendidik peserta didik menjadi manusia yang
selalu mengikuti perkembangan zaman tanpa meniggalkan akar budaya sangat
penting dalam menentukan perjalanan generasi bangsa ini. Guru dituntut menjadi
pendidik yang bisa menjembatani kepentingan-kepentingan itu. Tentu saja
melakukan usaha-usaha yang nyata kemudian bisa diterapkan dalam mendidik
siswanya. Kemudian ruang lingkup pengembangan teknologi pembelajaran ini
meliputi; teknologi cetak, teknologi audio-visual, teknologi berbasis komputer,
dan multimedia.
a. Teknologi
Cetak
Teknologi
cetak adalah cara untuk memproduksi atau menyampaikan bahan, seperti :
buku-buku, bahan-bahan visual yang statis, terutama melalui pencetakan mekanis
atau photografis. Teknologi ini menjadi dasar untuk pengembangan dan
pemanfaatan dari kebanyakan bahan pembelajaran lain. Hasil teknologi ini berupa
cetakan. Teks dalam penampilan komputer adalah suatu contoh
penggunaan teknologi komputer untuk produksi. Apabila teks tersebut dicetak
dalam bentuk “cetakan” guna keperluan pembelajaran merupakan contoh penyampaian
dalam bentuk teknologi cetak.
Dua
komponen teknologi ini adalah bahan teks verbal dan visual. Pengembangan kedua
jenis bahan pembelajaran tersebut sangat tlergantung pada teori persepsi
visual, teori membaca, pengolahan informasi oleh manusia dan teori belajar.
Secara khusus, teknologi cetak/visual mempunyai karakteristik sebagai berikut :
1) Teks
dibaca secara linier, sedangkan visual direkam menurut ruang
2) Keduanya
biasanya memberikan komunikasi satu arah yang pasif.
3) Keduanya
berbentuk visual yang statis
4) Pengembangannya
sangat bergantung kepada prinsip-prinsip linguistik dan persepsi visual.
5) Keduanya
berpusat pada pembelajar
6) Informasi
dapat diorganisasikan dan distrukturkan kembali oleh pemakai.
b. Teknologi
Audio-Visual
Teknologi
audio-visual; merupakan cara memproduksi dan menyampaikan bahan dengan
menggunakan peralatan dan elektronis untuk menyajikan pesan-pesan audio dan
visual. Pembelajaran audio-visual dapat dikenal dengan mudah karena
menggunakan perangkat keras di dalam proses pengajaran. Peralatan audio-visual
memungkinkan pemroyeksian gambar hidup, pemutaran kembali suara, dan penayangan
visual yang beukuran besar. Pembelajaran audio-visual didefinisikan sebagai
produksi dan pemanfaatan bahan belajar yang berkaitan dengan pembelajaran
melalui penglihatan dan pendengaran yang secara eksklusif tidak selalu harus
tergantung kepada pemahaman kata-kata dan simbol-simbol sejenis.
Secara
khusus, teknologi audio-visual cenderung mempunyai karakteristik sebagai
berikut :
1) Bersifat
linier
2) Menampilkan
visual yang dinamis
3) Secara
khas digunakan menurut cara yang sebelumnya telah ditentukan oleh
desainer/pengembang.
4) Cenderung
merupakan bentuk representasi fisik dari gagasan yang riil dan abstrak.
5) Dikembangkan
berdasarkan prinsip-prinsip psikologi tingkah laku dan kognitif.
6) Sering
berpusat pada guru, kurang memperhatikan interaktivitas belajar si pembelajar.
c. Teknologi
Berbasis Komputer
Teknologi
Berbasis Komputer; merupakan cara-cara memproduksi dan menyampaikan bahan
dengan menggunakan perangkat yang bersumber pada mikroprosesor. Pada
dasarnya, teknologi berbasis komputer menampilkan informasi kepada peserta
didik melalui tayangan di layar monitor.
Aplikasi-aplikasi
dalam komputer hampir seluruhnya dikembangkan berdasarkan teori perilaku dan
pembelajaran terprogram, akan tetapi sekarang lebih banyak berlandaskan pada
teori kognitif. Aplikasi-aplikasi tersebut dapat bersifat: tutorial,
pembelajaran utama diberikan, latihan dan pengulangan untuk membantu peserta
didik mengembangkan kefasihan dalam bahan belajar yang telah dipelajari
sebelumnya, permainan dan simulasi untuk memberi kesempatan
menggunakan pengetahuan yang baru dipelajari; dan sumber data yang memungkinkan
peserta didik untuk mengakses sendiri susunan data melalui tata cara
pengakasesan (protocol) data yang ditentukan secara eksternal.
Teknologi
komputer, baik yang berupa perangkat keras maupun perangkat lunak
biasanya memiliki karakteristik sebagai berikut :
1) Dapat
digunakan secara secara acak, disamping secara linier
2) Dapat
digunakan sesuai dengan keinginan peserta didik, disamping menurut cara seperti
yang dirancang oleh pengembangnya.
3) Gagasan-gagasan
biasanya diungkapkan secara abstrak dengan menggunakan kata, simbol maupun
grafis.
4) Prinsip-prinsip
ilmu kognitif diterapkan selama pengembangan
5) Belajar
dapat berpusat pada peserta didik dengan tingkat interaktivitas tinggi.
d. Multimedia
Multimedia
atau teknologi terpadu merupakan cara untuk memproduksi dan menyampaikan bahan
dengan memadukan beberapa jenis media yang dikendalikan
komputer. Keistimewaan yang ditampilkan oleh teknologi multimedia ini,
khususnya dengan menggunakan komputer dengan spesifikasi tinggi, yakni adanya
interaktivitas pembelajar yang tinggi dengan berbagai macam sumber belajar.
Pembelajaran
dengan multimedia atau teknologi terpadu ini mempunyai karakteristik sebagai
berikut :
1) Dapat
digunakan secara acak, disamping secara. linier
2) Dapat
digunakan sesuai dengan keinginan peserta didik, disamping menurut cara seperti
yang dirancang oleh pengembangnya.
3) Gagasan-gagasan
sering disajikan secara realistik dalam konteks pengalaman peserta didik,
relevan dengan kondisi peserta didik, dan di bawah kendali peserta didik.
4) Prinsip-prinsip
ilmu kognitif dan konstruktivisme diterapkan dalam pengembangan dan pemanfaatan
bahan pembelajaran
5) Belajar
dipusatkan dan diorganisasikan menurut pengetahuan kognitif sehingga
pengetahuan terbentuk pada saat digunakan.
6) Bahan
belajar menunjukkan interaktivitas peserta didik yang tinggi
7) Sifat
bahan yang mengintegrasikan kata-kata dan contoh dari banyak sumber media.
B. Fungsi
Pengembangan Teknologi Pembelajaran PAI
Berikut
ini adalah beberapa fungsi dari teknologi pembelajaran PAI sebagai berikut :
Sebagai
sarana bahan ajar yang ilmiah dan obyektif.
Sebagai
sarana untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran.
Sebagai
sarana mempermudah penyampaian materi.
Sebagai
sarana untuk mempermudah desain pembelajaran.
Sebagai
media pendukung pelajaran dengan mudah
Sebagai
sarana meningkatkan keberhasilan pembelajaran.
Sebagai
sarana pendukung terlaksananya program pembelajaran yang sistematis
Sebagai
sarana untuk memotifasi peserta didik yang semangat belajarnya rendah.
Sebagai
sarana untuk membantu peserta didik mempresentasikan apa yang mereka ketahui
C. Manfaat
Pengembangan Teknologi Pembelajaran PAI
Semakin
sadarnya orang akan pentingnya media yang membantu pembelajaran sudah mulai
dirasakan. Pengelolaan alat bantu pembelajaran sudah sangat dibutuhkan. Bahkan
pertumbuhan ini bersifat gradual. Metamorfosis dari perpustakaan yang
menekankan pada penyediaan media cetak, menjadi penyediaan-permintaan dan
pemberian layanan secara multi-sensori dari beragamnya kemampuan individu untuk
menyerap informasi, menjadikan pelayanan yang diberikan mutlak wajib
bervariatif dan secara luas. Selain itu,dengan semakin meluasnya kemajuan
di bidang komunikasi dan teknologi, serta diketemukannya dinamika proses
belajar, maka pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pengajaran semakin menuntut
dan memperoleh media pendidikan yang bervariasi secara luas pula.
Dulu
para ulama mengandalkan lisan untuk menyebarkan [risalah] penutup para nabi dan
banyak dari mereka yang menghabiskan waktu berbulan-bulan berkelana dengan Kuda
atau Onta untuk berbagi kabar gembira tentang Islam kepada yang lain. Usaha
keras yang luar biasa, melelahkan, menghabiskan banyak waktu dan kesulitan
besar merupakan keadaan yang bisa menganggu hal utama. Perang suku, cuaca yang
tidak bersahabat, dan peralatan sederhana hanyalah beberapa kondisi yang sering
menghambat usaha berpergian demi jalan dakwah
Dalam
pelaksanaan kegiatan sehari- hari, guru dan pelajar membutuhkan alat-alat
pelajaran. Alat pelajaran adalah yang di pakai untuk di kelas. misalnya papan
tulis, spidol, dan melihat perkembangan zaman di dunia modern ini, guru
dituntut lebih kreatif menggunakan media yang lebih efektif dalam pembelajaran
seperti TV, radio, komputer, internet, proyektor, dan lain sebagainya.
Mengenai
manfaat teknologi pembelajaran PAI sangatlah banyak dan hal ini tergantung dari
siapa yang memanfaatkannya. Berikut adalah beberapa manfaat dari teknologi
pembelajaran PAI bagi pendidik dan peserta didik:
1. Manfaat
bagi pendidik
a. Pendidik
dapat lebih memudahkan tercapainya tujuan pendidikan.
b. Pendidik
dapat mempermudah desain pembelajaran.
c. Pendidik
dapat menunjang metode pembelajaran.
d. Pendidik
dapat lebih meningkatkan efektifitas Pembelajaran.
e. Pendidik
lebih mudah menyampaikan materi pembelajaran.
f. Pendidik
dapat mengefisiensikan waktu.
g. Dapat
menjadi daya dukung pengajaran seorang pendidik.
2. Manfaat
bagi peserta didik
a. Peserta
didik menerima materi pembelajaran dengan senang.
b. Peserta
didik dapat mempresentasikan apa yang mereka ketahui.
c. Peserta
didik lebih bisa berekspresi dalam proses pembelajaran.
d. Peserta
didik tidak bosan dengan cara penyampaian materi pembelajaran secara verbal.
e. Peserta
didik dapat lebih cepat menyerap materi pelajaran yang diberikan oleh pendidik.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa, untuk
mempermudah desain teknologi pembelajaran beserta pengembangannya, maka
terlebih dahulu harus memahami desain pembelajaran. Perlunya desain
pembelajaran dimaksudkan agar dapat dicapai perbaikan pembelajaran, upaya
memperbaiki kualitas pembelajaran perlu diawali dengan perencanaan pembelajaran
yang diwujudkan dengan adanya desain pembelajaran.
Desain teknologi pembelajaran mencakup penerapan berbagai teori,
prinsip dan prosedur dalam melakukan perencanaan atau mendesain suatu program
atau kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara sistemik dan sistematik.
Kawasan desain ini meliputi empat cakupan utama dari teori dan praktek, yaitu:
(1) desain sistem pembelajaran; (2) desain pesan; (3) strategi pembelajaran;
dan (4) karakteristik peserta didik. Pengembangan desain teknologi pembelajaran
berarti proses penterjemahan spesifikasi desain ke dalam bentuk fisik.
Pengembangan desain teknologi pembelajaran mencakup
pengembangan teknologi cetak, teknologi audio visual, teknologi berbasis
komputer dan multimedia. Pengembangan desain teknologi
pembelajaran berakar pada produksi media. Di dalam pengembangan
desain teknologi pembelajran terdapat keterkaitan yang kompleks antara
teknologi dan teori yang mendorong terhadap desain pesan maupun strategi
pembelajarannya. Pada dasarnya kawasan pengembangan terjadi karena pesan yang
didorong oleh isi, strategi pembelajaran yang didorong oleh teori, manifestasi
fisik dari teknologi - perangkat keras, perangkat lunak, dan bahan
pembelajaran.
B. PENUTUP
Demikianlah makalah yang dapat kami buat. Apabila ada kritik dan
saran yang bersifat mambangun sangat kami harapkan demi perbaikan makalah
ini.Semoga makalah ini bermanfaat bagi semua yang membacanya.
DAFTAR PUSTAKA
Harjanto. Perencanaan
Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta, 2008.
Rohani,
Ahmad. Pengelolaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta, 2004.
Sanjaya,
Wina. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana
Prenada Media Group, 2008.
Seels, Barbara
B. & Richey, Rita C. Instructional Technology, The
Definition And Domains Of The Field, Terjemahan Dewi S Prawiradilaga, R.
Rahardjo, Yusufhadi Miarso.Jakarta: IPTPI & LPTK, 2000.
Suparman,
M. Atwi. Desain Instruksional. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas
Terbuka, 2004.
Susilo,
Muh. Joko. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka
Pelajar, 2007.
Uno,
Hamzah B. Orientasi Baru Dalam Psikologi Pembelajaran. Jakarta: Bumi
Aksara 2006.