5 Poin Esensi Kehidupan Dalam Dunia Pendidikan
a) Komunikasi yang baik
b) Pasal 31 tentang pendidikan
c) Pendidikan usia dini
d) Pendidikan berawal dari lingkungan keluarga
e) Ekonomi dan budaya.
2. Esensi dari 5 poin di atas:
a) Komunikasi yang Baik.
Komunikasi yang baik sangat penting untuk berinteraksi antar personal maupun antar masyarakat agar terjadi keserasian dan mencegah konflik dalam lingkungan masyarakat. Dalam hubungan birokrasi pendidikan diperlukan juga komunikasi yang baik agar hubungan tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Contoh Manfaat komunikasi adalah dalam hubungan birokrasi pendidikan yang terjadi antara dinas pendidikan daerah dengan dinas pendidikan pusat. Dengan adanya komunikasi yang terjalin dengan baik maka timbul kerjasama dalam mengurus masalah pendidikan di berbagai tingkatan misalnya: banyaknya anak didik yang tidak memperoleh pendidikan yang layak, banyak lulusan yang tidak mampu bersaing di pasar global, banyak lulusan yang kurang memiliki kompetensi, wajib belajar pendidikan dasar (Wajar Diknas) 9 tahun sampai saat inibelum dapat menjadiwajar 12 tahun, peran guru atau pendidik yang belum optimal, biaya pendidikan yang dianggap relative mahal. Dengan komunikasi yang baik maka masalah-masalah pendidikanpun akan teratasi satu per satu dengan baik. Sebaliknya, Miss Communication (terjadinya kesalahan dalam salah satu proses komunikasi) akan menyebabkan tidak tercapainya tujuan atau misi yang hendak di capai.
b) Pasal 31 tentang pendidikan:
Ayat 1 : Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan ***
Ayat 2 : Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya***
Ayat 3 : Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional,yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa ,yang diatur dengan undang-undang ****
Ayat 4 : Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang – kurangnya 20 % dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan nasional ****
Ayat 5 : Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai – nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradapan kesejahteraan umat manusia ****
Dengan adanya undang-undang seperti itu maka dunia pendidikan mempunyai badan hukum dan payung hukum sehingga tujuan pendidikanpun akan tercapai.
c) Pendidikan Usia Dini
Pendidikan Anak Usia Dini atau yang biasa disingkat dengan PAUD merupakan lembaga pendidikan yang dipersiapkan untuk anak-anak usia pra sekolah. Di lembaga ini, anak-anak diajarkan dasar-dasar cara belajar yang tepat guna menghadapai masa-masa ke depannya, khususnya dalam menghadapi masa sekolah. Beberapa tahun belakangan, pendidikan PAUD di Indonesia tumbuh dan berkembang begitu pesat. Pesatnya pertumbuhan PAUD ini menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan anak-anak.
Menurut Sandralyn Byrnes, seorang Profesor dari Australia’s & International Teacher of the Year, ketika melakukan seminar kecil di acara Giggle Playgroup Day 2011, yang digelar oleh Miniapolis & Giggle Management pada Jumat, 11 Februari 2011 lalu, seperti yang dikutip dari KOMPAS.com bahwa ada perbedaan yang mendasar antara anak-anak yang belajar di “lembaga pendidikan usia dini berkualitas” dibandingkan dengan anak-anak yang tidak belajar. Di lembaga PAUD yang bagus, anak-anak akan belajar menjadi pribadi yang mandiri, kuat bersosialisasi, percaya diri, punya rasa ingin tahu yang besar, bisa mengambil ide, mengembangkan ide, pergi ke sekolah lain dan siap belajar, cepat beradaptasi, dan semangat untuk belajar. Sementara, anak yang tidak mendapat pendidikan cukup di usia dini, akan lamban menerima sesuatu.
Perlu dipahami bahwa dalam pendidikan PAUD, anak-anak usia dini hanya diajarkan pondasi-pondasi belajar dengan cara yang mereka ketahui, yakni lewat bermain. Namun bukan hanya sekadar bermain saja, melainkan bermain yang diarahkan. Lewat bermain yang diarahkan, mereka diharapkan bisa belajar banyak hal.
Melalui kegiatan bermain yang diarahkan ini, anak tidak merasa dipaksa untuk belajar. Saat bermain, otak anak berada dalam keadaan yang tenang. Saat tenang itu, pendidikan pun bisa masuk dan tertanam. Untuk itu, agar kegiatan bermain tersebut beroleh manfaat, maka dibutuhkan tenaga yang memiliki kemampuan dan cara mengajar yang tepat. Lingkungan belajar pun hendaknya berisi kesenangan, antusiasme, dan rasa penasaran. Bukan menjadi ajang tarik-ulur kekuatan antara murid-guru. Sehingga dengan berbagai fasilitas serta kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran diharapkan akan terbagun sikap anak yang semangat untuk belajar.
d) Pendidikan Berawal Dari Lingkungan Keluarga
Pendidikan anak perlu mendapat perhatian dari keluarga, masyarakat dan pemerintah. Pendidikan anak diawali dari pendidikan keluarga yang merupakan lembaga pendidikan yang utama dan pertama. Sebagai lembaga pendidikan yang utama dan pertama maka keluarga merupakan peletak dasar atau pundamen bagi pendidikan anak dalam mengikuti perkembangan selanjutnya. Baik atau buruknya anak dikemudian hari sangat ditentukan oleh keluarga. Pendidikan keluarga bertujuan memberikan pembinaan dan pengaruh kepada anak tentang dasar-dasar kehidupan termasuk pengetahuan agar anak terbuka perhatiannya dalam mencintai pendidikan.
Orang tua yang mengerti akan kebutuhan anak selalu menyiapkan sarana pendidikan dan juga memberikan motivasi agar anak bersemangat untuk belajar. Pemberian motivasi membuat anak dapat percaya diri, kreatif dan berpikir jernih dan logis. Pembinaan tanpa memaksakan kehendak akan lebih bermanfaat buat kelanjutan kehidupan anak. Kebebasan keluwesan dan kepercayaan orang tua, memungkinkan munculnya kreatifitas bagi anak. Prestasi belajar yang baik akan dapat dicapai apabila tanggung jawab pendidikan tidak dilimpahkan pada guru semata, tetapi orangtua pun harus memikul tanggung jawab membuat anaknya dapat belajar dan memotifasinya setelah berada di lingkungan keluarga.
e) Peranan SDM Dalam Pembangunan Ekonomi
Sumber Daya Manusia merupakan faktor yang sangat menentukan dalam upaya menciptakan pembangunan yang lebih mantap dan maju. Karena manusialah sebagai pelaku yang secara langsung akan memanfaatkan alam berikut isinya. Tanpa sumber daya manusia yang baik tidak mungkin suatu bangsa bisa berkembang dan mampu bersaing di tetengah-tengah percaturan ekonomi dunia internasional.
Oleh karena itu sumber daya manusia sangat penting dalam pembangunan ekonomi suatu Negara. Kondisi kualitas sumber daya manusia merupakan kelemahan mendasar bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Pengalaman selama krisis ekonomi menunjukkan bahwa negara-negara yang mempunyai kualitas sumber daya manusia yang lebih baik akan lebih cepat bangkit dari krisis yang melandanya. Hal ini dapat dilihat pada negara-negara seperti Korea, Jepang, Thailand, dan negara-negara lainnya. Bahkan, Singapura tidak terkena krisis padahal negara-negara di sekitarnya mengalami krisis yang cukup parah. Jadi jelas, langsung atau tidak langsung, kualitas sumber daya manusia itu mempunyai peran yang paling utama dan sangat menentukan dalam pembangunan ekonomi. Indikator kualitas sumber daya manusia itu dapat berupa tingkat pendidikan dan tingkat kesehatan. Bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia untuk memacu pertumbuhan ekonominya diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas. Namun tingginya kualitas sumber daya manusia tidak dapat diukur dengan angka-angka semata, tetapi dapat dilihat dari apa yang dihasilkannya. Hal tersebut tidak terlepas dari kesadaran masyarakat itu sendiri serta pemerintahan akan pentinggnya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
3. Mengapa kita harus belajar.???
a) Ayat pertama yang diturunkan oleh Allah swt kepada Muhammad SAW ialah ayat yang memerintahkan untuk belajar [QS 96 : 1]
b) belajar di mulai dengan Kitab kejadian yang merupakan Ilmu Pengetahuan yang mengajarkan manusia untuk mempelajari alam semesta.c) Di setiap masa seorang yang berilmu akan memiliki tempat dan pengaruh yang besar.
d) Kiamat akan di mulai dengan diangkatnya ilmu dari dunia.
e) Nabi SAW memerintahkan untuk belajar mulai dari kandungan hingga liang kubur.
f) Seorang yang berilmu memiliki derajat yang lebih tinggi di hadapan Tuhan.
g) Salah satu syarat orang masuk surga diantaranya ialah :
- Amal ibadahnya
- Doa anak yang saleh
- Ilmu yang bermanfaat.